19 Desember 2012

REFLEKSI NATAL 2012

Diposkan oleh Patrick Ngadut at 06.09.00

Kembalinya Sang Ingatan

                Konon terjadilah suatu peristiwa yang sangat menggemparkan. Semua orang kehilangan ingatan mereka, kecuali seorang ilmuwan internasional bernama Win.  Dalam masa-masa itu, banyak rencana yang gagal terlaksana bahkan acara penobatan Paus yang baru sama sekali dilupakan. Tidak seorang pun pernah tahu bahwa segala sesuatu hanya menjadi kesadaran pada saat kini. Yang ada hanya disadari sejauh itu menjadi perhatian pada saat sekarang. Para penjual lupa membeli pasokan baru. Para nasabah lupa bahwa mereka memiliki uang di bank. Para pastor lupa membuat misa. Para guru lupa masuk kelas. Semua orang kecuali satu, lupa bahwa segala sesuatu terjadi hanya ketika mereka menginderainya; bahkan apa yang hendak mereka ingat pun tidak mereka ingat lagi; bahwa realitas menjadi suatu kehadiran yang bersifat kekinian, tidak ada ingatan terhadap masa lampau.

                Begitulah, tiap-tiap orang mengatakan sesuatu dan pada saat sesuatu itu selesai diucapkan, mereka tidak pernah tahu apa-apa lagi. Demikian juga setiap orang yang mengatakan “Ya”, “Saya berjanji”, Saya bersumpah”, “I love You”, “I hate You”, sama seperti segala sesuatunya telah diucapkan, semuanya itu hanyalah tinggal udara kosong. Yang ada adalah yang tidak pernah ada lagi. Para suami lupa siapa istri mereka, demikian juga para istri lupa siapa suami mereka.

                Bagaimana dengan Win  sendiri? Ia sendiri sangat bingung sebab orang-orang medianya sendiripun lupa segala sesuatu yang baru saja mereka tulis atau liput. Ingatan mereka adalah obyek-obyek yang sedang mereka alami sekarang. Realitas kekinian mereka benar-benar berlangsung sebagai rantai kekinian tanpa meninggalkan jejak masa lampau. Tidak ada penalaran dan refleksi. Tidak ada sintese-sintese pengetahuan maupun logika. Dimana-mana dalam akal budi semua orang semata-mata hanya ada perilaku berulang yang menggelikan. Ketika orang tidak sedang melihat, mendengar, berbicara, mengecap, meraba ketika itu juga tidak ada apa-apa. Win menyaksikan semua itu sebagai sesuatu yang sama sekali tragis. Ini tragedi kemanusiaan yang sangat menakutkan sekaligus menekannya begitu berat.

                Teman-teman di kampung halaman Win yang suka menyalahkan diri sendiri, bukan karena mereka betul-betul telah bersalah, melainkan tau tidak tahu mendengar suara-suara mempersalahkan, lupa sama sekali akan tekanan depresif pikiran mereka itu. Sementara saudara-saudaranya yang cenderung membenarkan diri sendiri juga lupa akan tindakan murahan mereka itu. Yang menarik, negara-negara kapitalis lupa akan semua pinjaman uang negara-negara miskin dan sedang berkembang. Sejarah-sejarah tidak pernah ada. Pembunuhan massal, penjajahan, perang, perampokan, korupsi, penindasan tidak pernah didiskusikan lagi. Penemu-penemu penting dilupakan. Sejarah filsafat berubah menjadi perbincangan basa-basi. Orang-orang tidak tahu bagaimana harus bersikap terhadap dunia baru yang sama sekali baru. Bayangkan anak-anak yang baru saja dilahirkan, begitu lucu, polos dan serba kagum terhadap stimulus-stimulus, penuh antusiasme.. takjub sekaligus penuh keheranan.

                Melihat semua kejadian itu, apa yang dilakukan Win? Hati nuraninya terpanggil. Ia ingin merencanakan suatu tindakan kenabian untuk dunianya yang sedang kacau. Selanjutnya ia masuk ke ruang kerjanya, mengunci pintu dan berpikir. Tiga hari tiga malam ia berkutat dengan refleksi dan penalaran ilmiah, sebentar-sebentar berdoa. Ia mencoba mencari literatur-literatur kuno sampai modern berharap menemukan sesuatu. Dalam upayanya yang serba tidak tau arah akhirnya ia pun tertidur pulas.

                Tiba-tiba ia tersentak dari tidurnya.. Secepat kilat menyambar, ingatannya langsung membawanya pada suatu wasiat suci. Wasiat suci dalam mimpinya semalam. Ia bermimpi bahwa sesosok cahaya berpesan: “Anakku, pada pukul 00.00 tengah malam besok semua ingatan manusia akan kembali berfungsi. Sebuah portal akan terbuka untuk mengisi kembali ingatan manusia tepat satu menit sebelum tertutup kembali. Berita baiknya, portal tersebut dapat meneruskan pesan dasar yang akan menjadi sifat dasar manusia seandainya ada seseorang yang berada tepat di tengah-tengah portal tersebut sebelum portalnya terbuka sampai kemudian tertutup kembali. Apa yang diucapkan oleh orang tersebut akan menjadi sifat dasar manusia dalam menyikapi masa lalu, masa kini dan masa depannya. Karena itu ucapkanlah kata-kata ini ketika kamu telah masuk ke dalam portalnya:

                “CINTAILAH TUHAN ALLAHMU DENGAN SEGENAP HATIMU, DENGAN SEGENAP KEKUATANMU DAN DENGAN SEGENAP PIKIRANMU; DAN CINTAILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI DIRIMU SENDIRI”

Win, sang ilmuwan langsung tersentak. Terburu-buru ia mempersiapkan diri untuk segera menuju ke sebuah tempat dimana portalnya akan turun. Sesampainya di tempat yang telah ditentukan, ia pun menunggu sampai waktunya tiba. Tepat seperti apa yang dikatakan Sang Cahaya dalam mimpinya, Win menengadah ke atas, mau menyaksikan turunnya gelombang dimensi yang akan mengubah segala-galanya…melalui dirinya. Sekonyong-konyong ia melihat langit terbuka dan dalam hitungan sepersekian detik, segumpalan cahaya putih membentuk lorong seakan menghubungkan dunianya dengan surga. Meskipun sempat terkejut dengan sensasi luar biasa itu, Win segera melakukan tugas utamanya, yaitu menyelamatkan seluruh umat manusia. Dengan lantang ia mengucapkan kata-kata yang diketahuinya dari mimpinya… dan tidak lama setelah ia mengucapkan kata-kata emas tersebut, tertutup pula langit yang tadinya menurunkan semacam lorong rahasia berupa gelombang cahaya putih. Ia menarik nafas panjang karena telah melakukan tugas seperti yang diperintahkan sosok cahaya dalam mimpinya.

                Win akhirnya pulang kembali ke rumahnya, masuk ke dalam kamar tidur dan menutup mata terlelap dengan senyuman kedamaian. Kedamaian mengetahui bahwa dunianya akan menjadi sangat berbeda. Bahwa apa pun yang akan terjadi, tidak akan pernah terjadi seperti yang selalu ditakutkan manusia, melainkan seperti yang dikehendaki oleh sang empunya hidup sendiri. Bahwa cinta menjadi motif terkuat sekaligus menjadi point of view dalam segala gerak langkah manusia, bukan saja dalam berhubungan dengan sesama manusia, melainkan juga dalam hubungan dengan Ada Tertinggi.

  • Share On Facebook
  • Digg This Post
  • Stumble This Post
  • Tweet This Post
  • Save Tis Post To Delicious
  • Float This Post
  • Share On Reddit
  • Bookmark On Technorati

YOUR ADSENSE CODE GOES HERE

1 komentar:

Johnson kumar on 1 Januari 2015 22.36 mengatakan...

There are so many web design and web development companies located in Chennai.Let me narrate how to
choose website design and development compaies for your marketing. You should not get attracted with
the size of the companies or their infrastructure. Rather you need to ensure that the web design company
will be able to meet all deadlines. Often the complexity of the website is greatly affecting the time line.
AIMIT web solutions providing best services in web design and development in chennai & fulfill
all your needs.AIMIT web solution make your website very attractive & pleasant look & finish your projects on time.


Have any question? Feel Free To Post Below:

Follow by Email

 
© 2012 SOFTECHNOGEEK | Modifikasi dan Publikasi Kodokoala. All Rights Reserved.